Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Para Bankir Rajin Koleksi Saham Bank, Punya Siapa Paling Jumbo?

Terdapat sejumlah bankir yang mencatatkan kepemilikan saham bank yang jumbo, siapa saja?
Karyawan melintasi layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Sederet bankir tercatat rajin memborong saham bank di tempat mereka bertugas. Terdapat sejumlah bankir yang mencatatkan kepemilikan saham yang jumbo. 

Terbaru, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi memborong saham BMRI sebanyak 150.000 lembar pada 27 Mei 2024 di harga Rp5.900 per lembar. "Tujuan transaksi untuk investasi," tulis Manajemen Bank Mandiri di keterbukaan informasi pada Jumat (7/6/2024).

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Darmawan di Bank Mandiri pun kian menebal. Tercatat, jumlah saham yang dimiliki Darmawan kini mencapai 10,98 juta lembar.

Bankir Bank Mandiri lainnya pun rajin memborong saham BMRI. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar misalnya, merogoh kocek Rp1 miliar dengan membeli 162.000 lembar saham BMRI pada 13 Mei 2024 di harga Rp6.200 per lembar.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Riduan juga tercatat memborong saham BMRI total 250.000 lembar dalam tiga kali transaksi sepanjang Mei 2024.

Di bank lainnya, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Jahja Setiaatmadja terpantau membeli saham BBCA sebanyak 221.100 lembar, tepatnya 30 Mei 2024 di harga Rp9.000 per lembar.

Dalam pembelian itu, Jahja merogoh kocek sebanyak Rp1,98 miliar. Alhasil, kepemilikan saham Jahja di BBCA menebal. Tercatat, Jahja menggenggam saham BBCA sebesar 33,85 juta lembar.

Sementara, Bankir di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) pun mencatatkan penebalan kantong kepemilikan saham mereka seiring dengan penerimaan tunjangan remunerasi.

Jajaran Direksi dan Komisaris BNI telah menerima tunjangan remunerasi saham sebanyak 12,78 juta lembar, setara dengan Rp61,68 miliar.

Program remunerasi ini dilakukan dengan pemberian saham BBNI kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris nonindependen per 13 Mei 2024 seharga Rp4.826,33 per lembar saham. Masing-masing pengurus bank menerima sekitar 900.740 lembar.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan penerapan program remunerasi berbasis saham ini dirancang untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan menyelaraskan kepentingan manajemen dengan para pemegang saham.

"Hal ini merupakan langkah strategis BNI dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan komitmen manajemen untuk menciptakan nilai dan kinerja jangka panjang yang berkelanjutan," ujar Okki dalam keterangan tertulis pada Selasa (4/6/2024).

Di BRI para Direksi dan Komisaris menerima remunerasi saham dengan total 25,42 juta lembar saham di harga Rp4.636 per lembar.

Siapa Paling Tajir?

Adapun, bankir pemilik portofolio saham paling besar adalah Presiden Komisaris BCA Djohan Emir Setijoso. Dia merupakan bankir senior. Sebelumnya dia menjabat sebagai Presiden Direktur BCA dari 1999 hingga 2011.

Berdasarkan data komposisi kepemilikan saham BCA hingga 31 Mei 2024, Djohan Emir memiliki 106,82 juta lembar saham di BBCA. Apabila dinilai dengan harga saham BBCA terakhir pada level Rp9.325, maka kekayaan Djohan Emir dari saham BBCA mencapai Rp996,14 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Halaman
  1. 1
  2. 2
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper