Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Lesu, Cek Kurs di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Awal Pekan Ini (10/6)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada Senin (10/6) dan menyentuh level Rp16.264.
Potret Presiden Pertama Indonesia Sukarno dan Wakil Presiden Pertama Indonesia Mohammad Hatta dalam uang rupiah pecahan Rp100.000. - Bloomberg/Brent Lewin
Potret Presiden Pertama Indonesia Sukarno dan Wakil Presiden Pertama Indonesia Mohammad Hatta dalam uang rupiah pecahan Rp100.000. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada Senin (10/6/2024) dan menyentuh level Rp16.264,5.  

Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 69 poin atau 0,43% menuju level Rp16.264,5 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS menguat 0,21% ke posisi 105,10. 

Sementara itu, mata uang lain di Asia dibuka mayoritas melemah. Won Korea, misalnya, mencatatkan pelemahan 0,74%, lalu diikuti yen Jepang 0,10%, ringgit Malaysia 0,50%, dan baht Thailand 0,18%. Adapun, yuan China serta peso Filipina melemah 0,04% dan 0,41%. 

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif tetapi ditutup menguat pada rentang Rp16.140 hingga Rp16.230 pada perdagangan hari ini.

Terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi fluktuasi rupiah. Dari luar negeri, ia mengatakan sentimen terhadap aset berbasis risiko membaik pekan ini, setelah Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Kanada menurunkan suku bunga mereka. 

“Dolar AS melemah akibat data ekonomi yang lemah, terutama di sektor tenaga kerja, yang meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada September,” ujarnya dalam publikasi riset, dikutip Senin (10/6/2024). 

Dia menambahkan para pedagang meningkatkan taruhan mereka pada pemotongan suku bunga 25 basis poin pada September. Pasalnya, data tenaga kerja yang lemah muncul sebelum data nonfarm payrolls dirilis pada Jumat ini. 

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa RI sebesar US$139 miliar atau Rp2.254,8 triliun pada akhir Mei 2024, naik US$2,8 miliar dari bulan sebelumnya. Peningkatan dipengaruhi oleh penerimaan pajak, jasa, dan penerbitan global bond pemerintah. 

Permintaan dolar AS meningkat untuk kegiatan Haji dan pembayaran dividen serta kupon kepada nonresiden, yang berpotensi menggerus cadangan devisa. Akan tetapi, posisi cadangan devisa masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Lalu, berapa kurs dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI hari ini, Senin (10/6/2024)?

Kurs Jual Beli Dolar AS di BCA Hari Ini 

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 10.03 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.280 dan harga jual sebesar Rp16.300 berdasarkan e-rate.

Lalu, berdasarkan bank notes, BCA pada pukul 08.19 WIB menetapkan harga beli sebesar Rp16.125 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp16.425 per dolar AS.

Kurs               Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter   16.125      16.425

E Rate            16.280      16.300

Bank Notes   16.125      16.425

Kurs Jual Beli Dolar AS di BRI Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS pada pukul 09.31 WIB masing-masing sebesar Rp16.265 dan Rp16.290 untuk e-rate.

Kemudian BRI menetapkan harga beli TT counter sebesar Rp16.220 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp16.370 per dolar AS.

Kurs                  Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter      16.220       16.370

E Rate               16.265       16.290

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper