Bisnis.com, JAKARTA — Suku bunga perbankan kembali bergerak turun pada Juli 2025. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit bulan lalu tercatat 9,15%, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar 9,16%.
Menurut data Uang Beredar Bank Indonesia, bunga simpanan berjangka atau deposito ikut melandai di hampir semua tenor. Untuk tenor 1 bulan turun menjadi 4,8% dari 4,86%.
Lalu tenor tiga bulan menjadi 5,72% dari 5,75%, tenor 12 bulan 5,02% dari 5,07%, dan tenor 24 bulan 4,47% dari 4,55%. Hanya bunga simpanan tenor 6 bulan yang bergerak naik tipis ke 6,07% dari 6,03%.
Di tengah penurunan suku bunga tersebut, penyaluran kredit perbankan tetap mencatat pertumbuhan. Total kredit pada Juli 2025 mencapai Rp7.933,6 triliun atau naik 6,6% secara tahunan. Meski masih tumbuh positif, laju pertumbuhan itu melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat menyentuh 7,6% yoy.
Pertumbuhan terutama ditopang kredit korporasi yang meningkat 9,3% yoy, sementara kredit kepada perorangan naik 3,5% yoy.
Dari sisi jenis penggunaan, kredit modal kerja tumbuh 2,7% yoy, lebih rendah dibandingkan 4,2% yoy di Juni, dengan dorongan utama dari industri pengolahan, keuangan, real estat, dan jasa perusahaan.
Baca Juga
Adapun, kredit investasi mencatat pertumbuhan lebih kuat yakni 11,8% yoy, meski sedikit melambat dari 12,2% yoy bulan sebelumnya, terutama dari sektor pertambangan, keuangan, dan properti.
Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 7,9% yoy, setelah bulan sebelumnya 8,5% yoy, ditopang KPR, kredit kendaraan bermotor, dan multiguna.
Di sisi lain, kredit properti naik 4,3% yoy, dengan kontribusi terbesar dari KPR dan KPA yang melesat 7,1% yoy, serta kredit real estat 3,9% yoy. Namun kredit konstruksi masih mencatat kontraksi 1% yoy.
Adapun kredit UMKM hanya naik 1,6% yoy, lebih lambat dari 2% yoy pada Juni. Kredit skala kecil masih menjadi penopang dengan pertumbuhan 9,9% yoy, di tengah kontraksi kredit mikro sebesar 3,1% yoy dan menengah 0,5% yoy. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan UMKM terutama datang dari kredit investasi 4,3% yoy dan kredit modal kerja 0,6% yoy.