Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Panin (PNBN) Bukukan Laba Bersih Rp2,87 Triliun pada 2024

Sepanjang tahun lalu, Bank Panin (PNBN) melaporkan laba bersih konsolidasi senilai Rp2,87 triliun.
Nasabah melakukan transaksi menggunakan ATM di kantor cabang Bank Panin di Jakarta, Senin (30/5/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Nasabah melakukan transaksi menggunakan ATM di kantor cabang Bank Panin di Jakarta, Senin (30/5/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Panin Tbk. (PNBN) milik Mu'min Ali Gunawan membukukan laba bersih setelah pajak konsolidasi senilai Rp2,87 triliun sepanjang tahun lalu.

Laba tersebut mengalami koreksi 4,62% secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan laba bersih pada 2023 yang senilai Rp3,01 triliun.

Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo menyampaikan pada tahun lalu perseroan masih membentuk cadangan untuk mengantisipasi penurunan kualitas portofolio kredit dengan membukukan biaya cadangan senilai Rp1,68 triliun.

"[Nilai ini] lebih rendah dari tahun 2023 yang mencapai Rp2,77 triliun," ujarnya dalam siaran pers pada Rabu (26/2/2025).

Selain itu, pada periode yang sama PNBN menyalurkan kredit senilai Rp148,90 triliun, tumbuh terbatas 0,27% YoY. Herwidayatmo menambahkan kualitas kredit perseroan dikelola dengan baik melalui penerapan prosedur penilaian risiko yang sangat hati-hati dan teliti.

Perseroan juga berupaya mendorong pemulihan kredit yang direstrukturisasi menjadi normal kembali. Dari sini, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross Bank Panin turun dari 3,09% pada 2023 menjadi 3,05% pada tahun lalu, dengan NPL net sebesar 0,90%.

Sepanjang 2024, asset perseroan mencapai Rp243,96 triliun atau tumbuh sebesar 9,89% YoY. "Pertumbuhan aset didukung pertumbuhan dana pihak ketiga [DPK] yang naik 4,92% menjadi Rp152,37 triliun dan peningkatan modal yang tumbuh 5,27% dan kini telah mencapai Rp. 52,32 triliun, sehingga CAR juga meningkat menjadi 34,54%," kata Herwidayatmo.

Dia menambahkan pertumbuhan aset perseroan lebih difokuskan pada pilihan investasi yang aman, terutama Surat Utang Negara (SUN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang mengalami pertumbuhan hingga 59,67% menjadi Rp62,29 triliun.

Posisi likuiditas perseroan disebutkan dalam kondisi baik, yang tercermin pada peningkatan DPK serta penerbitan obligasi sebagai sumber pendanan jangka panjang. Pada 2024 Bank Panin menyelesaikan penerbitan 2 seri Obligasi Berkelanjutan dan 1 seri Obligasi Subordinasi Berkelanjutan dengan jumlah nominal seluruhnya sebesar Rp4,01 triliun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper