Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dua Tantangan Utama Perbankan RI di Paruh Kedua 2025, Apa Saja?

Perbankan RI diperkirakan menghadapi dua tantangan di paruh kedua 2025.
Ilustrasi bank/shutterstock
Ilustrasi bank/shutterstock
Ringkasan Berita
  • Bank Mandiri mengidentifikasi dua tantangan utama perbankan di semester II/2025, yaitu tekanan kualitas aset di segmen konsumer, mikro, dan UMKM serta menjaga likuiditas.
  • Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) terbatas karena persaingan dengan instrumen investasi lain dan penurunan pendapatan nasabah segmen bawah.
  • OJK memproyeksikan kinerja perbankan 2025 tetap stabil dengan pertumbuhan kredit yang sedikit termoderasi, meskipun bank tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit pada segmen berisiko.

* Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memperkirakan industri perbankan masih akan menghadapi sejumlah tantangan pada semester II/2025. 

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan tantangan pertama adalah tekanan terhadap kualitas aset terutama muncul di segmen konsumer, mikro, dan UMKM. Untuk itu, perbankan perlu memperkuat strategi mitigasi risiko agar kredit bermasalah tetap terkendali.

“Ini kemudian bagaimana mengelola atau memitigasi risiko tersebut, ini penting,” kata Andry dalam agenda Mandiri Macro and Market Brief 3Q25 Indonesia Economic Outlook, Kamis (28/8/2025).

Tantangan kedua adalah menjaga likuiditas. Dia mengatakan, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) masih relatif terbatas imbas persaingan dengan instrumen investasi lainnya seperti emas, kripto, saham, obligasi, hingga properti.

Selain itu, kata dia, penurunan pendapatan pada sebagian kelompok nasabah segmen bawah juga membuat penempatan dana di perbankan kian tertekan. “Ini yang saya rasa tantangan, dua tantangan utama yang akan dihadapi oleh perbankan di semester ke II/2025,” ungkapnya.

Kendati begitu, dia memperkirakan kondisi likuiditas perbankan secara industri akan membaik pada paruh kedua 2025. Hal ini didukung oleh akselerasi belanja pemerintah, meski persaingan antarkelompok bank dalam menghimpun dana tetap akan ketat ke depannya. 

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya memperkirakan kinerja perbankan 2025 tetap stabil meski pertumbuhan kredit melambat sejalan dengan siklus ekonomi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan kinerja perbankan diproyeksi tetap stabil dengan pertumbuhan kredit yang sedikit termoderasi dari target.

Hal ini sejalan dengan langkah bank untuk tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit, terutama pada segmen berisiko. Kendati begitu, kata dia, bank tetap ekspansif pada sektor-sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian dan memiliki prospek baik.

“OJK memproyeksikan kinerja perbankan 2025 tetap stabil dengan pertumbuhan kredit yang sedikit termoderasi dari target,” kata Dian dalam keterangannya, Minggu (24/8/2025).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro