Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BCA Cermati Tren BI Rate untuk Sesuaikan Bunga Kredit

BCA menyesuaikan suku bunga kredit seiring penurunan BI Rate 5%, memperhatikan kondisi pasar dan daya beli masyarakat.
Pekerja beraktivitas di dekat logo milik PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) di Jakarta. / Bisnis-Himawan L Nugraha
Pekerja beraktivitas di dekat logo milik PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) di Jakarta. / Bisnis-Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menilai penurunan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps ke level 5% merupakan langkah strategis di tengah ketidakpastian global.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyampaikan keputusan Bank Indonesia (BI) selaras dengan dinamika ekonomi global termasuk arah kebijakan The Fed.

“Kami melihat keputusan ini merupakan langkah strategis BI dalam merespon dinamika ekonomi global serta  pergerakan suku bunga The Fed,” kata Hera kepada Bisnis, dikutip pada Jumat (29/8/2025).

Dalam menentukan kebijakan suku bunga, Hera mengatakan bahwa perseroan senantiasa mencermati perkembangan suku bunga acuan ke depan, parameter makroekonomi lainnya, kondisi likuiditas sektor perbankan, dan kondisi pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran.

Dia menuturkan, penyesuaian suku bunga kredit juga dilakukan secara berkala dengan memerhatikan kemampuan masyarakat. Dengan demikian, penurunan suku bunga kredit perbankan tidak serta merta mengikuti BI Rate, melainkan dilakukan secara bertahap sejalan dengan kondisi pasar.

“BCA senantiasa melakukan review secara berkala dan memerhatikan tingkat suku bunga kredit pada level yang dapat diterima pasar dan memerhatikan daya beli masyarakat,” tutur Hera.

Untuk diketahui, BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19—20 Agustus 2025 memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00%.

Kendati BI Rate turun sebanyak 4 kali sepanjang 2025, penurunan suku bunga kredit perbankan masih berjalan lambat. BI mencatat, suku bunga kredit pada Juli 2025 tercatat sebesar 9,16% alias tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya.

“Bank Indonesia memandang suku bunga kredit perbankan perlu terus menurun sehingga dapat mendorong peningkatan penyaluran kredit/pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil RDG Agustus 2025 pada Rabu (20/8/2025).

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengimbau perbankan menyesuaikan tingkat suku bunga kredit secara bertahap, seiring penurunan suku bunga acuan atau BI Rate.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, imbauan ini bertujuan agar suku bunga kredit sejalan dengan kondisi pasar, rasio keuangan yang sehat, dan tidak menciptakan persaingan bunga yang kurang sehat.

“OJK terus mengimbau agar bank dapat secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunganya,” kata Dian dalam keterangannya, Minggu (24/8/2025).

Umumnya, kata Dian, penurunan BI Rate akan diikuti penurunan bunga kredit dengan jeda waktu tertentu. Dengan demikian, tren penurunan suku bunga kredit diperkirakan masih berlanjut sepanjang 2025.

Namun, Dian menyebut penurunan suku bunga bergantung pada struktur biaya dana (Cost of Fund/CoF) tiap bank. Pasalnya, sebagian bank masih mengandalkan dana mahal (time deposit) dalam komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK).

Oleh karena itu, Dian menilai bahwa bank perlu mengelola strategi pendanaan, khususnya dengan meningkatkan porsi dana murah, untuk menciptakan ruang penurunan bunga kredit yang lebih signifikan. 

Pihaknya juga meminta industri perbankan agar tetap menjaga transparansi dan perlindungan konsumen dalam menyampaikan informasi terkait produk perbankan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro