Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Budi Tampubolon Kembali jadi Ketua Dewan Pengurus AAJI 2025-2028

Budi Tampubolon terpilih kembali sebagai Ketua AAJI 2025-2028, fokus pada transformasi industri dan penguatan literasi asuransi jiwa di Indonesia.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (tengah), dalam konferensi pers laporan kinerja industri asuransi jiwa semester I/2025, di kantor AAJI, Jakarta pada Jumat (22/8/2025). / Bisnis-Annisa Nurul Amara
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (tengah), dalam konferensi pers laporan kinerja industri asuransi jiwa semester I/2025, di kantor AAJI, Jakarta pada Jumat (22/8/2025). / Bisnis-Annisa Nurul Amara

Bisnis.com, JAKARTA — Budi Tampubolon kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berdasarkan rapat para anggota asosiasi.

Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Rapat Anggota Luar Biasa (Ralub) AAJI berlangsung dengan agenda utama penyampaian laporan kinerja dan keuangan tahun buku 2024. Lalu, terdapat pemilihan Ketua Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas AAJI periode 2025—2028.

Seluruh perusahaan asuransi jiwa anggota asosiasi secara aklamasi menyetujui pengangkatan Budi Tampubolon sebagai Ketua Dewan Pengurus AAJI 2025—2028. Dia melanjutkan jabatan yang telah diemban sejak periode 2019—2022 dan 2022—2025.

"Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menegaskan komitmen bersama membesarkan industri asuransi jiwa. Saya percaya, dengan kolaborasi dan kerja keras, tiga tahun ke depan akan menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Budi, tertulis dalam keterangan resmi, Jumat (29/8/2025).

AAJI menegaskan bahwa pengurus baru akan melanjutkan agenda transformasi industri, termasuk menjawab tantangan regulasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan, juga memastikan keberlanjutan industri melalui inovasi produk, digitalisasi, dan perluasan inklusi asuransi.

Asosiasi juga meyakini bahwa industri akan terus tumbuh dengan kinerja yang solid dan kepemimpinan baru. AAJI juga akan menjadi mitra strategis pembangunan nasional, sembari memperluas perlindungan finansial bagi jutaan keluarga Indonesia.

Budi menjabarkan bahwa arah kebijakan strategis kepengurusannya akan mencakup empat fokus utama, yakni:

  1. Literasi & Edukasi: meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya asuransi jiwa
  2. Penguatan Infrastruktur Data: membangun data center dan database industri yang lebih terintegrasi
  3. Pengembangan SDM: meningkatkan kompetensi tenaga pemasar dan profesional industri
  4. Center of Excellence: menjadikan Sekretariat AAJI sebagai pusat rujukan industri

Selain pemilihan ketua dewan pengurus, Ralub asosiasi juga menetapkan tiga Dewan Pengawas AAJI 2025—2028, yakni:

  • Firdaus Djaelani
  • Ricardo Simanjuntak
  • Randy Lianggara

Profil Budi Tampubolon

Budi lahir di Medan pada 2 Oktober 1967. Dia menempuh pendidikan matematika terapan (S1) di Université de Nantes, Prancis. Dia kemudian menempuh magister manajemen dalam bidang manajemen aktuaria di Universitas Indonesia.

Dia mengawali karirnya sebagai analis actuarial di PT Axa Life Indonesia pada 2001. Budi kemudian melanjutkan karirnya di PT Asuransi Cigna, PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth), hingga menjadi Presiden Direktur PT BNI Life Insurance pada 2017.

Setelah itu, Budi menjadi Presiden Direktur PT AXA Financial Indonesia pada 2018, lalu menjadi Direktur Utama PT Lippo Life Assurance. Pada 2020, Budi kembali ke Mandiri Inhealth dan menjabat sebagai Direktur Utama.

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) melakukan akuisisi 80% saham Mandiri Inhealth, yakni dengan membeli saham milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebanyak 60%, saham milik PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) sebanyak 10%, dan saham milik holding Indonesia Financial Group (IFG) sebanyak 10%. Melalui aksi korporasi itu, IFG menempatkan Mandiri Inhealth sebagai anak usaha IFG Life.

Budi pun ditetapkan sebagai Direktur Utama IFG Life pada 27 Juni 2024, memimpin perusahaan yang menangani polis-polis hasil restrukturisasi dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero)—asuransi jiwa yang berdiri sejak 1859 tetapi mengalami kejatuhan tragis akibat gagal bayar produk JS Saving Plan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro