Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nasib ATM di Tengah Gempuran Gaya Hidup Cashless, Masih Diperlukan?

ATM dinilai masih menjadi salah satu infrastruktur penting dalam ekosistem sistem pembayaran nasional, meski digempur tren cashless.
Karyawati bertransaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Link saat ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024 di Jakarta, Kamis (1/8/2024)./Bisnis-Arief Hermawan P
Karyawati bertransaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Link saat ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024 di Jakarta, Kamis (1/8/2024)./Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Peran Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dinilai masih tetap diperlukan, meskipun berada di tengah gaya hidup atau sistem pembayaran yang tidak menggunakan uang tunai marak dilakukan.

Direktur Utama PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) Ario Tejo Bayu Aji mengatakan bahwa peran uang fisik terutama sebagai cash point atau titik akses utama untuk kebutuhan tarik tunai masih dibutuhkan. 

Hal ini sejalan dengan data yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), yang mencatat bahwa Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir Desember 2024 dan diperkirakan tumbuh 5,7% (yoy), pada tahun 2025. 

“Fakta ini menunjukkan bahwa meskipun tren digitalisasi terus meningkat, kebutuhan terhadap uang tunai tetap dibutuhkan di masyarakat, menjadikan ATM sebagai salah satu infrastruktur penting dalam ekosistem sistem pembayaran nasional,” ujarnya melalui rilisnya, Sabtu (15/2/2025).

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa selaku bagian dari Holding BUMN Danareksa, instansinya memiliki sejumlah strategi lain untuk menggeliatkan peran ATM untuk makin diakses oleh masyarakat.

Dia menekankan bahwa nasabah dapat menikmati cek saldo dan tarik tunai secara gratis, tanpa dikenakan biaya tambahan. Sementara itu, untuk transaksi transfer antar rekening Himbara di ATM Link, biaya yang dikenakan hanya Rp4.000.

Selain itu, kata Ario, dalam beberapa tahun mendatang, ATM Link akan semakin didukung oleh implementasi Cash Recycle Machine (CRM)—sebuah inovasi yang memungkinkan nasabah tidak hanya menarik tunai, tetapi juga melakukan setor tunai dalam satu mesin.

Penggunaan CRM akan meningkatkan efisiensi pengelolaan uang tunai, mengurangi kebutuhan pengisian ulang mesin secara berkala, serta memaksimalkan peredaran uang tunai yang ada di masyarakat.

Transformasi ke arah CRM akan makin memperkuat peran cash point dalam menyediakan layanan keuangan yang lebih efisien dan modern, memungkinkan proses tarik tunai dan setor tunai berlangsung lebih optimal dalam satu mesin yang terintegrasi.

“Optimalisasi ini mencakup standarisasi layanan, efisiensi operasional, serta peningkatan aksesibilitas bagi masyarakat, guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta inklusi keuangan di Indonesia,” pungkas Ario.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper