Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BCA Syariah Cetak Laba Rp183,7 Miliar pada 2024, Naik 19,5%

Sepanjang tahun lalu, BCA Syariah membukukan laba bersih Rp183,7 miliar atau naik 19,5% YoY.
Karyawan melayani nasabah yang melakukan transaksi di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan melayani nasabah yang melakukan transaksi di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank BCA Syariah membukukan laba bersih Rp183,7 miliar pada 2024. Realisasi itu naik 19,5% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp153,8 miliar pada 2023.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menyampaikan bahwa capaian ini salah satunya ditopang oleh peningkatan pembiayaan yang berkualitas.

“Pertumbuhan yang solid ini didorong oleh kemampuan perusahaan untuk mengakselerasi teknologi dan adaptasi layanan yang didukung oleh pengelolaan sumber daya manusia dan manajemen risiko yang baik,” katanya dalam konferensi pers di Kantor BCA Syariah, Jakarta Timur, Jumat (28/2/2025).

Lebih lanjut, Direktur BCA Syariah Pranata menjelaskan bahwa total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp10,7 triliun, tumbuh 18,9% YoY pada 2024. 

Menurutnya, pertumbuhan pembiayaan itu didorong oleh semua segmen baik komersial, UMKM, hingga konsumer. Aset anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ini pun tumbuh 15% YoY ke angka Rp16,6 triliun pada tahun lalu.

Kualitas aset juga masih terjaga sebagaimana rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross yang berada pada level 1,54% per 2024, naik tipis dari 1,04% pada 2023. NPF net berada pada angka 0,33%, berbanding 0,01% pada tahun sebelumnya.

Dari sisi simpanan, BCA Syariah telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebanyak Rp13,2 triliun, tumbuh 20,3% secara tahunan.

Deposito tumbuh signifikan 21% ke angka Rp8,19 triliun. Dana murah alias current account saving account (CASA) juga bertumbuh positif 19,4% YoY, terdiri dari tabungan yang naik 17,9% YoY menjadi Rp2,47 triliun; serta giro yang tumbuh 21% YoY hingga mencapai Rp2,51 triliun.

“BCA Syariah mampu menjaga komposisi CASA di 2024 sebesar 37,8% terhadap DPK,” lanjutnya.

Terkait rasio kinerja lainnya, rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BCA Syariah berada di posisi 79% pada 2024. Imbal aset alias return on asset (ROA) naik tipis 0,1% menjadi 1,6%, sedangkan imbal ekuitas (return on equity/ROE) naik 0,8% menjadi 5,9%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper